You are here >
Tue 07 Sep 2010
Program 2009
  • Community-based Initiative for Reducing Carbon Emission and Increasing Community Income Alternatives through Canal Blocking in Kampar Peninsula Peat Swamp Forest

Inisiatif masyarakat untuk melakukan canal blocking (penyekatan parit) muncul setelah YMI melakukan pemetaan potensi dan ancaman yang dirasakan masyarakat di kawasan hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Ide canal blocking ini awalnya sangatlah sederhana. Masyarakat nelayan di 4 sungai di sekitar Teluk Meranti merasakan bahwa keberadaan kanal –yang dibuat saat penebangan kayu marak di wilayah ini- menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan. Nelayan menganalisis, bahwa air asam yang keluar dari kanal menyebabkan ikan beruaya lebih jauh. Belum lagi sampah serasah yang terbawa air dari kanal menyebabkan alat tangkap pengilar enggan didatangi ikan.
Namun ide penyekatan parit ini sesungguhnya tak sesederhana apa yang dipikirkan nelayan. Diskusi mendalam mendapatkan konklusi, bahwa penyekatan parit juga sangat berkontribusi terhadap pengurangan pelepasan emisi karbon akibat turunnya permukaan gambut yang berpotensi besar menyebabkan kebakaran. Sebanyak 20 dam direncanakan akan dibangun di 20 kanal yang ada di Sungai Serkap, Teluk Meranti-Semenanjung Kampar. Dan seiring dengan penyekatan parit ini, penyebaran benih ikan juga dilakukan di kanal yang telah disekat. Ini dimaksudkan untuk menjadikan kanal tersebut sebagai kolam ikan alami yang akan dipanen pada waktunya nanti. Proyek ini merupakan kolaborasi pertama kali YMI dengan Siemenpuu Foundation, dengan durasi proyek November 2008 hingga November 2009.

  • Inisiasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat untuk Memastikan Hak Masyarakat terhadap Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kawasan Hutan Rawa Gambut Semenanjung Kampar, Riau-Indonesia

Community-based forest management (CBFM) menjadi tujuan kunci dari proyek ini. Skema hutan desa, sesuai dengan Permenhut Nomor P.49/Menhut-II/2008 tentang Hutan Desa, menjadi landasan yuridis pengajuan masyarakat desa ini. YMI bersama masyarakat Desa Teluk Binjai meyakini, bahwa melalui hutan desa yang memberikan hak bagi masyarakat untuk melakukan pengelolaan sumberdaya hutan di sekitar mereka, akan menjadi solusi dari pengelolaan kawasan hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Proyek kerjasama YMI dengan Sumatra Sustainable Support (SSS) sebagai community foundation (CF) dari program multi-stakeholder forestry program (MFP), berlangsung sejak Oktober 2008 hingga Agustus 2009. YMI bersama masyarakat Desa Teluk Binjai menyadari, bahwa faktor pembatas utama dari pencapaian tujuan proyek ini adalah terbitnya izin konsesi PT RAPP di lokasi yang sama dengan pengajuan hutan desa.

  • Advokasi Model Pengelolaan Sumberdaya Air oleh Masyarakat di Tingkat Komunitas di Provinsi Riau

YMI merupakan salah satu inisiator terbentuknya KRuHA (Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air) pada 2002 lalu, sekaligus sebagai anggota koalisi nasional ini. Sebagai lembaga anggota, YMI turut bertanggung jawab terhadap pencapaian visi dan misi KRuHA. Untuk tahun 2007 hingga 2009 ini, kegiatan yang dilaksanakan YMI bekerjasama dengan KRuHA adalah bertujuan untuk Melakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumberdaya air di wilayahnya, melalui pengorganisasian rakyat, pendokumentasian model pengelolaan sumberdaya (riset), dan kampanye, Membentuk forum pelanggan PDAM sebagai embrio wadah kontrol masyarakat, dan Melakukan kampanye kondisi sumberdaya air di Provinsi Riau.





milogo
Y A Y A S A N  M I T R A  I N S A N I
 
Jl. Pembangun II No. 8 Labuhbaru Timur
Pekanbaru | Riau 28291 
Telp/Fax: +62 761 61725
mail to: office@mitrainsani.or.id


 

 

M  I  T  R  A

jikalogoegplogomfplogokruhalogo
ssslogosiemenpuulogospglogosamdhana