Inisiatif masyarakat untuk melakukan canal blocking (penyekatan parit) muncul setelah YMI melakukan pemetaan potensi dan ancaman yang dirasakan masyarakat di kawasan hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Ide canal blocking ini awalnya sangatlah sederhana. Masyarakat nelayan di 4 sungai di sekitar Teluk Meranti merasakan bahwa keberadaan kanal –yang dibuat saat penebangan kayu marak di wilayah ini- menyebabkan penurunan hasil tangkapan ikan. Nelayan menganalisis, bahwa air asam yang keluar dari kanal menyebabkan ikan beruaya lebih jauh. Belum lagi sampah serasah yang terbawa air dari kanal menyebabkan alat tangkap pengilar enggan didatangi ikan.
Community-based forest management (CBFM) menjadi tujuan kunci dari proyek ini. Skema hutan desa, sesuai dengan Permenhut Nomor P.49/Menhut-II/2008 tentang Hutan Desa, menjadi landasan yuridis pengajuan masyarakat desa ini. YMI bersama masyarakat Desa Teluk Binjai meyakini, bahwa melalui hutan desa yang memberikan hak bagi masyarakat untuk melakukan pengelolaan sumberdaya hutan di sekitar mereka, akan menjadi solusi dari pengelolaan kawasan hutan rawa gambut Semenanjung Kampar. Proyek kerjasama YMI dengan Sumatra Sustainable Support (SSS) sebagai community foundation (CF) dari program multi-stakeholder forestry program (MFP), berlangsung sejak Oktober 2008 hingga Agustus 2009. YMI bersama masyarakat Desa Teluk Binjai menyadari, bahwa faktor pembatas utama dari pencapaian tujuan proyek ini adalah terbitnya izin konsesi PT RAPP di lokasi yang sama dengan pengajuan hutan desa.
YMI merupakan salah satu inisiator terbentuknya KRuHA (Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air) pada 2002 lalu, sekaligus sebagai anggota koalisi nasional ini. Sebagai lembaga anggota, YMI turut bertanggung jawab terhadap pencapaian visi dan misi KRuHA. Untuk tahun 2007 hingga 2009 ini, kegiatan yang dilaksanakan YMI bekerjasama dengan KRuHA adalah bertujuan untuk Melakukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumberdaya air di wilayahnya, melalui pengorganisasian rakyat, pendokumentasian model pengelolaan sumberdaya (riset), dan kampanye, Membentuk forum pelanggan PDAM sebagai embrio wadah kontrol masyarakat, dan Melakukan kampanye kondisi sumberdaya air di Provinsi Riau. |
|
|





