|
|
Penyelamatan Hutan Riau, Jangan Mengedepankan Sentimen Kedaerahan Terhadap Pusat |
|

Penulis: Herbert
Pengalaman di Riau, disentralisi kebijakan kehutanan tidak memperbaiki keadaan hutan di Riau malah sebaliknya. Praktek ilegal loging menjadi-jadi, tumpang tindih perizinan dan semberawutnya tata kelola kehutanan yang menjadikan hutan di Riau semakin hancur. Saat itu pemerintah daerah mendapatkan kewenangan mengeluarkan izin konsesi pada tahun 2001-2003, Selanjutnya kewenangan daerah dicabut dan dikembalikan ke pemerintah pusat pada februari 2003.
|
|
Read more...
|
|
|
Tahlil Berhanyut Untuk Semenanjung Kampar |
|

Video: Tahlil Berhanyut
Empat mobil pabrikan Jepang meluncur dari Pekanbaru menuju ke Teluk meranti. Siang itu di kalender menunjukkan angka satu di bulan februari 2010. kira-kira pukul dua siang waktu itu, mobil yang di isi oleh NGO Riau itu sudah mulai bergerak meninggalkan keramaian kota untuk menghadiri undangan masyarakat Teluk Meranti yang niatannya melakukan tahlil atau doa bersama. Dalam budaya masyarakat Teluk Meranti acara tersebut di namakan "Tahlil Berhanyut" karena acara tersebut di lakukan di sungai tepatnya Sungai Kampar.
|
|
Read more...
|
|
Canal Blocking di Semenanjung Kampar |
|
Masyarakat Teluk Meranti melakukan kegiatan pengedaman kanal-kanal yang ada di hutan rawa gambut Semenanjung Kampar, tepatnya kana-kanal yang bermuara ke Sungai Serkap. Sekitar 15 kanal sudah berhasil ditutup dari 20 kanal yang ada. Kanal-kanal tersebut merupakan peninggalan dari aktifitas perkayuan yang ada di sana, dan termasuk kategori kanal yang berukuran besar dan panjang. Kegiatan ini di dasari oleh kekhawatiran masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya disana sebagai pencari ikan. Aliran air dari kanal membawa serasah gambut sehingga menutup alat-alat tangkap nelayan, terlebih lagi di saat musim kemarau. Air mengalir sangat kencang.
Kekhawatiran terhadap keberadaan kanal juga terjadi di desa Teluk Binjai, dan ini mengancam lahan pertanian padi akan terjadinya kekeringan, karena kanal-kanal tersebut tembus bermuara ke sungai Kampar. Delapan kanal telah di lakukan dilakukan penyekatan di lahan pertanian tersebut. Kerjasama Dinas Pertanian Pelalawan, masyarakat desa Teluk Binjai dan Yayasan Miitra Insani ini diharapakan dapat meyelamatkan sumber kehidupan masyarakat disana.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 3 |